Acara ini juga dihadiri oleh lembaga pemerintahan, seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Selain itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) turut mendukung, di mana Asosiasi merupakan Anggota Luar Biasa (ALB) dari KADIN. Ditambah kehadiran Self-Regulatory Organization (SRO) aset kripto, yaitu Bursa CFX, KKI, ICC, serta asosiasi mitra yaitu Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH).
Dalam acara penutupan ini, Sekretaris Bappebti, Olvy Andrianita, mengatakan,”BLK 2024 yang dilaksanakan pada bulan ini dapat efektif memberikan edukasi untuk masyarakat terkait perdagangan aset kripto. Walaupun BLK ditutup hari ini, Literasi Aset Kripto belum usai dan harus terus digalakkan.”
Olvy juga mengingatkan pada dasarnya perdagangan aset kripto bersifat high risk high return sehingga masyarakat juga harus memahami mekanisme perdagangannya, pilih pedagang yang terdaftar di Bappebti, menggunakan dana lebih, bertransaksi untuk koin yang ditetapkan Bappebti, melakukan riset dahulu serta paham dokumen perjanjiannya dan risiko yang timbul, serta jangan percaya pada janji keuntungan yang tetap/tinggi.

