Untuk menghadapi masalah ini, ada sejumlah strategi inovatif yang dapat dilakukan oleh para LSM agar bisa bertahan dari kondisi keuangan terbatas. Menurut Associate Director Yayasan PLUS, Novi Meyanti, LSM harus melakukan upaya-upaya sebagai berikut:
- Diversifikasi Sumber Pendanaan: LSM dapat mencari sumber pendanaan yang beragam, termasuk donor swasta, hibah, sponsor perusahaan, dan kampanye crowdfunding. Hal ini akan mengurangi ketergantungan pada satu sumber dan meningkatkan stabilitas keuangan.
- Menerapkan Manajemen Keuangan yang Efektif: LSM dapat menerapkan strategi manajemen keuangan yang kuat, termasuk penganggaran, dan audit keuangan rutin. LSM perlu mengetahui kesehatan keuangannya secara spesifik, menghitung rasio ketergantungan donor, dan keberadaan ‘dana darurat’ dan mengevaluasi secara berkala.
- Berinvestasi dalam Peningkatan Kapasitas: Dengan berinvestasi pada keterampilan staf dan relawan mereka, LSM dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas, sehingga mengurangi biaya dalam jangka panjang.
