Suharyanto juga memberikan arahan mengenai strategi penanganan rabies pada hewan yaitu dengan percepatan vaksinasi dengan dikawal tim siaga rabies. Surveilans kasus rabies pada hewan penular rabies berdasar pedoman dan aturan surveilans Kementrian Pertanian, Pendataan, Sosialisasi mencakup Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan Monitoring Hewan Penular Rabies (HPR).
Terdapat perbedaan siginifikan antara Tahun 2023 dengan 2024, terjadi penurunan kasus warga yang terinfeksi pada 22 kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTT.
“Saya yakin kita semua telah melakukan segala upaya yang bisa kita lakukan dengan komunikasi, informasi, edukasi serta peringatan kepada warga dan kegiatan vaksinasi hewan terindikasi rabies, bila segala upaya dan kegiatan kita tingkatkan dua kali lipat dalam waktu masih tersisa enam bulan ini saya yakin Desember 2024 NTT akan bebas dari rabies” tutup Suharyanto. (Joesvicar Iqbal)
