“Kegiatan ini sangat positif bisa menggerakkan ekonomi selama delapan hari,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan budaya dan seni bisa menjaga persaudaraan sebagai sesama manusia. Prof Zudan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh penampil di Sulsel Menari. “Kalian hebat luar biasa,” ucapnya.
Demikian juga masyarakat yang datang menonton meramaikan Lego-lego, Center Point of Indonesia.
“Untuk Bapak Ibu masyarakat, bupati dan wali kota, kepala dinas pendukung acara ini, terutama tim dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan, delapan hari ini kita menunjukkan Sulawesi Selatan sangat kompak,” imbuhnya.
Salah seorang warga Makassar yang turut hadir, Reva, menyambut baik acara ini dan berharap agar festival positif seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. “Acaranya seru banget, banyak penampilan tari, fashion juga,” tuturnya.
Acara penutupan diisi dengan berbagai penampilan tarian khas Sulawesi Selatan serta tarian dari Yogyakarta dan Sumatera Barat, menambah semarak perayaan budaya yang telah memperkuat persaudaraan dan kompaknya masyarakat Sulawesi Selatan. Serta bintang tamu Adi X-Naff.
