Vending machine ini tergolong canggih karena bisa memuat 24 jenis produk UMKM dengan stok sebanyak 10 kemasan. “Kami akan evaluasi dan rencananya akan ada di ruang publik. Nilai plusnya, bisa membantu mem-branding Pegadaian,” katanya.
Sementara, Arya Sinulingga mengapresiasi operasional Vending Machine UMKM tersebut. Program ini adalah upaya dari Kementerian BUMN dan badan usaha di bawahnya dalam pengembangan UMKM di Indonesia lewat kebijakan-kebijakan strategis.
Vending Machine UMKM ini bukan yang pertama kali terhadirkan oleh Kementerian BUMN. Kementerian sudah menghadirkannya di Gedung Kementerian BUMN dan sejumlah kantor BUMN.
Perangkat juga sudah tersedia di sarana dan prasanan publik yang BUMN kelola. seperti di bandara dan stasiun.

“Rencananya juga bakal masuk ke kapal Pelni. Kan perjalanan jauh, jadi tidak pusing memikirkan camilan,” ujarnya.
Dalam upaya mendukung usaha kecil, Kementerian BUMN juga menggelar bazar produk UMKM secara rutin. Tahun ini, ada Festival Jelajah Kuliner Nusantara di Bandung dan Medan. “Lalu ada juga di Aceh. Nilai transaksi ratusan juta. Di Bandung Rp250 juta dalam waktu tiga hari, di Medan dalam tiga hari meraup transaksi lebih dari Rp400 juta,” sebutnya.
