“Keterangannya mereka janjian di satu tempat, bilang ‘ya sudah kita duel yo’. Akhirnya duel satu lawan satu. Mereka luka ringan, jambak-jamabakan, kena kuku,” kata Sri.
Saat proses mediasi di Mapolres Metro Jakarta Timur keempat orangtua menyatakan tidak ingin kasus berlanjut secara hukum agar anak-anak mereka dapat fokus bersekolah.
Masing-masing orang-orang menyatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, dan melakukan pembinaan agar kasus perkelahian serupa tidak terulang.
“Orangtua menyampaikan tidak ingin membuat laporan karena anak-anaknya masih sekolah. Mereka ingin anaknya fokus belajar. Jadi kita beri pembinaan,” jelas Sri.
Sebelumnya, viral di media sosial adanya rekaman video empat remaja perempuan baku hantam di Jalan Meranti Elok II, RW 09, Penggilingan, Cakung Jakarta Timur.
Dalam rekaman video itu tampak keempat remaja perempuan terlibat perkelahian satu lawan satu di tengah akses jalan lingkungan.
Sayangnya perkelahian tangan kosong hingga keempat remaja perempuan berguling aspal itu justru disaksikan teman-temannya, bahkan mereka tampak bersorak tidak melerai keempatnya. (Joesvicar Iqbal)