Ia merinci beberapa pilihan yang tersedia bagi otoritas setempat saat memindahkan paus.
Pertama, tulang belulang untuk museum. “Anda perlu menyingkirkan paus yang mati dari pantai umum agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang-orang, atau mulai membocorkan lemak dan cairan tubuh ke lingkungan, meski tidak berbahaya. Sebenarnya hanya ada sedikit penyakit yang ditemukan dan yang bisa ditularkan,” kata dia.
“Bangkai paus bisa dibawa ke laboratorium kami untuk diawetkan. Kerangka paus sering kali diproses oleh Museum Skotlandia dan ditambahkan ke dalam koleksi,” ujar dr Brownlow.
Kedua, dikembalikan ke laut. Dokter Brownlow mengatakan bahwa penting untuk mengembalikan sebanyak mungkin bangkai paus ke lingkungan laut untuk mendaur ulang unsur hara.
“Membuang bangkai-bangkai paus tersebut ke pantai, ke lingkungan laut, lalu membakar atau membawanya ke tempat pembuangan akhir, sebenarnya merampas sumber unsur hara yang sangat penting bagi lingkungan laut,” katanya.
Bangkai paus dapat membawa nutrisi yang menopang kehidupan, termasuk mangan, fosfor, zat besi, seng. “Anda tidak membutuhkannya dalam jumlah yang sangat banyak, namun sangat penting untuk proses hewan lain,” dr Brownlow menambahkan.
