Seiring rencana tersebut, Sandi menginginkan kawasan SU GBK juga steril (bebas) dari kendaraan nonlistrik, seperti yang saat ini berlaku di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
“Didorongnya seperti TMII. TMII dulu juga dikelola terpisah, sekarang sudah dibawa pengelolaan terintegrasi oleh BUMN. Dan terasa sekali manfaatnya, misalnya di TMII sudah tidak ada lagi kendaraan yang nonlistrik. Nah ini di sini tadi masih ada beberapa kendaraan,” ujar Sandiaga.
Sebelumnya, Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan PP GBK Sri Lestari Puji Astuti mengatakan bahwa pihak Pusat Pengelola (PP) GBK mendukung industri kreatif supaya lebih mendukung pariwisata di Indonesia.
Meski masuk ke dalam PSN, menurutnya, SU GBK akan tetap kembali ke marwahnya sebagai gelanggang olahraga yang digunakan untuk tim nasional sepak bola.
“Sebenarnya, marwahnya SU GBK ini sebagai sarana olahraga dan aset milik pemerintah. Dalam proses pengelolaannya kami utamakan timnas. Dalam hal ini berlatih dan melakukan kegiatan,” ujar Sri Lestari.
