“Kemudian ini disatukan, kami bisa mengundang semua lembaga terkemuka agar mau menjadi bagian dari pusat penelitian di Morowali,” harapnya.
Indonesia Kirim Anak Muda Berbakat ke China
Menurut Luhut, ini merupakah langkah penting mengingat baterai adalah jantung dari revolusi hijau yang tengah dunia jalankan.
Demi mencapai ambisi ini pemerintah selalu mempersiapkan kapasitas sumber daya manusi. Misalnya dengan mengirimkan 42 pelajar untuk belajar ke China.
”Baterai jantung revolusi hijau. Ini komponen utama untuk mengoperasikan semua hal. Mulai HP, EV sampai sistem energi terbarukan,” tutur Luhut.
Sementara itu, Prof Evy, mengatakan, IBS 2024 terselenggara berkat kerja sama National Battery Research Institute (NBRI) dengan Kemenko Marves), Kamar Dagang Indonesia (KADIN), dan Pamerindo Indonesia sebagai co-organizer. Acara berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada 29-30 Juli 2024.
Tahun ini summit mengambil tema “The Future Battery Technology from Upstream to Downstream for Accelerating Clean Energy Transition”.
