Theo menjelaskan hal ini terpaksa dilakukan demi mengimbangi lawan-lawannya. Apalagi Satria Muda sempat mendapat tamparan keras melalui rentetan hasil buruk di awal musim ini.
“Ya karena kalau mau bersaing dengan tim-tim papan atas sekarang maka juga harus punya pemain dengan kualitas dan sekaliber Artem, Reynaldo, dan Elgin,” jelas Theo.
Namun bukan berarti alasan ini membuat Satria Muda lolos dari hukuman. Tim asuhan Youbel Sondakh ini tetap bertanggung jawab dengan membayar denda pelanggaran.
“Benar dan kami berkomitmen untuk mematuhi itu dengan membayarnya. Besarannya adalah satu banding satu, jadi kalau sekarang kami Rp11,3 miliar, maka kami harus bayar sekitar Rp1,3 miliar,” tutur Theo.
“Nah peraturan IBL sendiri sebenarnya maksimal belanja adalah 10 miliar dan limit kelebihan ada hingga Rp2 miliar, jadi Rp12 miliar. Apabila lebih maka selain membayar denda, klub tersebut juga akan mengalami pengurangan nilai untuk musim depan,” tutupnya. (bam)
