Koordinator Pembina IESO, Ichsan Ibrahim dari STMIK Indonesia Mandiri, mengatakan bahwa para siswa sudah berjuang dengan gigih untuk bisa membawa pulang medali ke tanah air. “Alhamdulillah berlangsung dengan baik. Siswa kita bisa mengikuti lomba dengan sehat dan sungguh-sungguh. Setelah berakhirnya lomba ini tidak berarti mereka berhenti untuk belajar tentang earth science. Mereka diharapkan menjadi saintis ilmu kebumian di masa depan yang bisa berkolaborasi secara internasional,” jelas Ichsan.
Salah satu peraih medali perak kompetisi individual dan medali perunggu ITFI, Sanny Onggiesty Dassaniya, mengaku bersyukur bisa mempersembahkan prestasi untuk Indonesia. “Senang banget saya bisa meraih tiga medali di IESO dan mendapat pengalaman berharga untuk kedepannya. Bangga sekali dapat membawa pulang medali,” ujarnya.
Siswa lainnya, Thomas Chrisant Denen, juga menceritakan pengalamannya mengikuti ajang IESO 2024. “Perjalannya panjang dari mulai OSN lalu mengikuti pembinaan tiga kali dari Puspresnas. Selama di sana kita banyak bertemu teman-teman dari berbagai negara,” kata Thomas.

