Dengan adanya pertemuan ini Yayak berharap Tim PK JKN dapat saling berbagi pengalaman, informasi dan strategi dalam upaya mencegah adanya kecurangan serta bagaimana penanganannya. Yayak mengatakan bahwa BPJS Kesehatan membutuhkan dukungan yang kuat serta komitmen dari seluruh pemangku kepentingan untuk mengendalikan fraud dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Karena pencegahan dan penanganan fraud serta menegakkan sanksi bagi pelaku fraud adalah tugas bersama untuk mewujudkan Program JKN yang bebas kecurangan.
Pada pertemuan tersebut, salah satu fasilitas kesehatan yakni RSUD Cilincing sharing terkait inovasi yang telah dijalankan sebagai upaya pencegahan kecurangan. Atas dasar komitmen kepada peserta JKN, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM RS) RSUD Cilincing sudah terintegrasi dengan pendaftaran online BPJS Kesehatan yakni Mobile JKN. Untuk validasi kepesertaan JKN, RSUD CIlincing menjalankan finger print untuk semua pasien baik di IGD maupun rawat jalan. Frista juga sudah dijalankan untuk biometrik wajah bagi pasien yang terkendala dengan finger print. Tak hanya itu RSUD Cilincing khusus untuk fraud, RSUD Cilincing punya Si-Moneter (Monitoring Pelayanan Terintegrasi) untuk meminimalisir adanya double klaim atau kasus-kasus readmisi. (ahmad)
