Lanjut Syafrudin menyebut kejadian itu berawal saat korban dilaporkan hilang oleh ayahnya pada Jumat (6/9/2024). Saat itu, korban pergi dari rumah tanpa sepengetahuan orang rumahnya.
Mendapati anak tidak ada dirumah keluarga korban pun mencari keberadaannya. Pencarian korban membuahkan hasil usai teman korban mendapatkan lokasi terkini dari ponsel korban.
“Korban saat ditemukan berada disebuah warung mi sop di kawasan Kelurahan Bakaran Batu,” jelasnya.
Setelah diinterogasi ayahnya, korban mengaku bahwa dirinya telah diperkosa oleh belasan pria. Berdasarkan pengakuan korban, kejadian pemerkosaan itu di kebun sawit dan di salah satu rumah kos.
“Korban mengakui bahwa dirinya telah menjadi korban persetubuhan oleh belasan pria di dua lokasi berbeda, yakni di perkebunan kelapa sawit dan di rumah sewa tersebut,” ujarnya.
Orang tua korban bersama warga sekitar pun memantau lokasi rumah sewa tempat korban diperkosa. Lalu, pada Sabtu (7/9/2024) malam, kedua pelaku tiba di rumah sewa tersebut. Warga yang geram dengan aksi kedua pelaku langsung menangkap dan mengamankannya.(Vinolla)
