“Kita masih memerlukan data-data tambahan untuk memastikan seseorang teridentifikasi sebagai siapa. Warga yang keluarganya belum pulang mohon bisa melapor ke antemortem,” katanya.
Hery menegaskan, pihaknya sudah berupaya melakukan proses identifikasi menggunakan data antemortem sidik jari korban semasa hidup yang diserahkan lima keluarga.
Namun upaya belum berhasil, karena dari hasil pencocokan data sidik jari melalui raport korban tidak dapat terdeteksi Indonesia Automatic Fingerprint Identification (Inafis).
“Jadi tadi pada saat proses rekonsiliasi (pencocokan data antemortem dengan postmortem) sidik jari yang ada pada raport (korban) belum bisa terbaca,” tukas Hery. (Joesvicar Iqbal)
