Pernyataan IDF itu pun menyiratkan bahwa beberapa roket berhasil melewati sistem pertahanan udara Israel. IDF menuturkan selama gelombang kedua serangan pihaknya menerima sekitar 20 roket, di mana “beberapa proyektil berhasil dicegat.”
Sebagai tanggapan, IDF menyatakan angkatan udaranya menembakkan serangan terhadap peluncur proyektil milik Hizbullah yang digunakan untuk menyerang Israel bagian utara.
Sementara dari Tel Aviv, Israel sesumbar akan membuat Iran berakhir seperti Jalur Gaza atau Beirut, Ibu Kota Lebanon. Alih-alih takut, Iran justru menyambut ancaman serangan itu. Sebagaimana diketahui, sekitar 200 rudal balistik yang diluncurkan Iran menghujani wilayah Israel.
Namun, militer Tel Aviv mengklaim sebagian besar rudal yang masuk ke wilayah udaranya berhasil dicegat oleh pertahanan udara atau terjatuh di area-area terbuka.
Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Yoav Gallant memperingatkan Iran, musuh bebuyutannya, bahwa negara itu mungkin akan berakhir seperti Jalur Gaza atau Beirut, ibu kota Lebanon, jika Teheran mempertimbangkan tindakan-tindakan untuk membahayakan Tel Aviv.