Sementara itu, CEO dan Co-Founder Pijar Foundation Ferro Ferizka menyampaikan peran strategis pimpinan ASN dalam mendorong daya saing Indonesia di level global.
“Indonesia harus cepat menangkap peluang global, dengan menyiapkan talenta, inovasi, dan kebijakan publik. Jika tidak bergerak cepat dengan kolaborasi multi-sektor, peluang ini bisa terlewat,” kata dia.
Pasca acara, para peserta berkomitmen menerapkan proyek perubahan di instansi masing-masing. Acara tersebut diharapkan menjadi awal dari kolaborasi multi-sektoral yang solid untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Untuk diketahui, Indonesia memiliki target mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen di tengah berbagai dinamika global, terutama digitalisasi dan perubahan iklim. Target itu memerlukan pimpinan pemerintahan yang kreatif, inovatif, dan adaptif dalam menyusun kebijakan dan membangun kolaborasi strategis. (*)
