Hariyanto menjelaskan, sebelumnya Kemenparekraf melalui Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur telah menjalin kolaboraksi bersama ISTC dalam berbagai program sustainable development seperti Indonesia Sustainable Tourism Award 2017-2019. Dimana peraih award tersebut menjadi _best practice_ destinasi yang menerapkan pariwisata berkelanjutan.
Kemudian program _sustainable tourism observatory_ melalui afiliasi dengan 5 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sebagai _monitoring center_ yang di rekognisi oleh UN Tourism untuk melakukan pemantauan sekaligus juga rekomendasi penerapan isu-isu pariwisata berkelanjutan di destinasi.
Dan juga sustainable tourism certification sebagai salah satu program flagship Kemenparekraf sejak tahun 2019 dan sebanyak 36 desa wisata dan dua destinasi telah ditetapkan memperoleh sertfikasi tersebut.
“Adapun pada tahun ini berlanjut telah dilaksanakan proses sertifikasi kepada enam desa wisata dan empat di antaranya berhasil memperoleh sertifikasi. InsyaAllah nanti akan dilakukan seremonial penyerahannya dalam acara malam puncak ADWI 2024 pada November yang akan datang,” ujar Hariyanto.

