“Receave sangat jelek hari ini. Sehingga serangan yang dilakukan kurang maksimal,” kata Indra usai laga.
Di samping itu, bermain lima set di semifinal melawan Impian Kota Wahana berpengaruh dengan penampilan di final. “Ada faktor kelelahan bermain lima set di semifinal,” tandasnya lagi.
Kharisma, tambah Indra lagi, bermain cukup baik hari ini. “Defend anak-anak Kharisma luar biasa hari ini,” tutur Indra.
Sementara itu, pelatih putra Berlian Bank Jateng, Arif Kuslianto bersyukur timnya mampu meraih gelar juara Divisi Satu tahun ini.
Menurutnya, di laga final ini anak asuhnya sudah tampil baik. “Tapi seperti biasa anak-anak selalu terburu-buru ingin cepet selesai,” ujarnya usai laga.
Hal itu, tambahnya. bisa dilihat pada set ketiga, di mana Berlian sempat kecolongan. “Tidak sabar. Maunya cepet selesai,” tukas Arif.
Sedangkan pelatih Sukun Badak Kudus, Muhammad Dimas Andika sedikit kecewa dengan hasil yang dicapai timnya. “Kita jelek di receive dan blok,” ujar Dimas.
Pada perebutan tempat ketiga putri, Impian Kota Wahana menang atas tuan rumah Mitra Grobogan dengan skor 3-0 (25-17, 26-24, 25-14).