Cuaib mengatakan, dari hasil olah TKP serta keterangan saksi-saksi di lokasi, saat kejadian murid-murid masih berada di ruang kelas. Sebelum terjadi peristiwa itu tembok pagar sudah terlihat miring. Bahkan pihak sekolah telah melarang pedagang untuk berjualan di samping tembok.
“Pihak sekolah sudah memperingatkan kepada para pedagang yang berjualan di samping tembok. Namun pedagang tidak menghiraukan,” ungkapnya.
Miringnya bangunan tembok pagar sekolah itu diduga akibat kualitas tembok yang tidak menggunakan slup. Sehingga terjadi kemiringan, dan berakibat fatal.
“Berdasarkan keterangan saksi kondisi pagar sudah miring, tidak ada slup dan tulang sehingga pagar rentan roboh dan membahayakan,” tuturnya.(Vinolla)
