IPOL.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) memegang peranan kunci dalam upaya mencapai target swasembada energi, sebagaimana yang dicanangkan dalam program Astacita Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil menyatakan, pencapaian swasembada energi membutuhkan peningkatan produksi migas yang dilakukan secara berkelanjutan dan optimal.
Hal ini, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam memastikan kebutuhan energi nasional dapat terpenuhi secara mandiri, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah reaktivasi sumur-sumur menganggur (idle) yang tidak berproduksi,” katanya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, potensi yang ada di sumur-sumur yang telah lama tidak beroperasi tersebut cukup besar untuk meningkatkan lifting migas nasional.
“Kami mengincar tambahan lifting migas dari sumur idle yang memiliki potensi besar,” ujar Bahlil.
Saat ini, kata Bahlil, Indonesia memiliki 44.985 sumur migas. Dari jumlah itu, sebanyak 16.433 sumur aktif berproduksi, 16.990 sumur idle tidak berproduksi, dan 11.562 sumur lain-lain berstatus abandoned, injection, atau dry-hole.