Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Gagal Dimakzulkan
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Gagal Dimakzulkan
Headline

Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Gagal Dimakzulkan

Farih
Farih Published 08 Dec 2024, 10:15
Share
4 Min Read
Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol
Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol. Foto: Ist
SHARE

IPOL.ID – Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol lolos dari pemakzulan pada Sabtu (7/12) malam kerena tak mencapai kuorum.

Dilansir Yonhap News Agency, usulan pemakzulan gagal kuorum dengan selisih lima suara setelah 192 anggota parlemen oposisi dan tiga anggota parlemen dari People Power Party (PPP) yang berkuasa memberikan suara mereka.

Meski begitu suara tersebut belum cukup, pasalnya untuk voting pemakzulan minimal dibutuhkan 2/3 suara setara 200 anggota parlemen.

Majelis Nasional melakukan pemungutan suara atas mosi yang dipimpin oleh oposisi untuk memakzulkan Yoon atas dekrit darurat militer yang gagal, tetapi hampir semua anggota parlemen dari PPP yang berkuasa memboikot pemungutan suara tersebut, meskipun ada protes berskala besar di luar parlemen.

Hasil tersebut muncul beberapa jam setelah Yoon menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas deklarasi darurat militernya, dan mengatakan bahwa ia akan menyerahkan keputusan mengenai masa jabatannya dan stabilisasi urusan negara kepada partai yang berkuasa.

Anggota parlemen PPP sebagian besar mendukung sikap partai untuk menghindari terulangnya krisis serupa setelah pemakzulan Presiden Park Geun-hye pada tahun 2016, yang menyebabkan perpecahan partai konservatif dan kemenangan partai liberal dalam pemilihan presiden yang berlangsung cepat pada tahun 2017.

Meskipun Yoon terhindar dari pemakzulan, keputusannya untuk mengumumkan darurat militer menimbulkan pertanyaan serius tentang kemampuannya untuk memerintah selama sisa masa jabatannya yang hanya lima tahun.

Sekarang, dia menghadapi risiko hukum dan upaya baru untuk memaksanya turun dari jabatannya karena oposisi utama Partai Demokratik (DP) mengatakan akan mengajukan pemakzulan lagi minggu depan.

Tak lama setelah pidato Yoon, pemimpin PPP Han Dong-hoon mengatakan bahwa sudah menjadi hal yang tak terelakkan bagi Yoon untuk mundur lebih awal, dan menambahkan bahwa presiden tidak lagi berada dalam posisi untuk menjalankan tugasnya secara efektif.

Han, seorang mantan jaksa dan pernah menjadi ajudan dekat Yoon, mengatakan bahwa ia akan berkonsultasi dengan Perdana Menteri Han Duck-soo mengenai isu-isu penting, terutama yang berkaitan dengan mata pencaharian masyarakat, untuk meminimalkan dampak potensial.

Karena upaya pemakzulan gagal, partai yang berkuasa diperkirakan akan mempertimbangkan berbagai langkah untuk menstabilkan situasi politik dengan melonggarkan cengkeraman Yoon pada kekuasaan.

Beberapa anggota parlemen PPP telah mengusulkan amandemen konstitusi untuk memperpendek masa jabatan presiden Yoon dan mengalihkan lebih banyak kekuasaan kepada perdana menteri, jabatan No. 2 di pemerintahan, yang sebagian besar memegang peran seremonial.

Pihak-pihak lain menyerukan pembentukan pemerintahan koalisi, dengan jabatan kabinet dibagi di antara partai-partai yang bersaing untuk memastikan stabilitas politik yang lebih luas dan kerja sama parlemen.

Gejolak politik ini terjadi di saat yang menantang bagi Korea Selatan, karena negara ini sedang berupaya memperkuat aliansi dengan Amerika Serikat dan mitra-mitra lainnya untuk menghadapi ancaman yang meningkat dari Korea Utara di tengah-tengah hubungan militernya yang semakin erat dengan Rusia.

Ketidakstabilan ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan Korea Selatan untuk secara efektif mengatasi ketidakpastian ekonomi dan keamanan, terutama dengan kembalinya mantan Presiden AS Donald Trump ke Gedung Putih bulan depan.

Yoon telah merencanakan untuk bertemu dengan Trump tidak lama setelah pelantikannya pada 20 Januari, namun prospek tersebut sekarang tampaknya tidak pasti. (far)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: korea selatan, pemakzulan, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article SIM keliling untuk wilayah DKI Jakarta ada di lima titik. Foto: Instagram @poldametro SIM Keliling Jakarta Tersedia di 2 Lokasi Hari Ini
Next Article Pelepasan Reward Ibadah Umrah Keluarga Besar PT PNM 2024 pada Sabtu (7/12) di Menara PNM. Apresiasi Nasabah Terbaik, PNM Berangkatkan Reward Ibadah Umrah

TERPOPULER

TERPOPULER
Ilustrasi listrik. Foto: Michael Pointner / pexels
Ekonomi

Kementerian ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Gangguan Sistem Kelistrikan Sumatera

News
Viral Lagu Parodi ‘MBG Mas Bahlil Ganteng, Warganet Dibikin Candu
25 May 2026, 22:21
Olahraga
Turnamen JAPFA FIDE Rated 2026 Berlangsung Ketat, 5 Pecatur Papan Atas Mengoleksi Poin Sama 5,5 pts
25 May 2026, 23:52
Jakarta Raya
FPPJ Apresiasi Langkah Wali Kota Jakbar Atasi Maraknya Begal
25 May 2026, 20:41
Ekonomi
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, PT Pegadaian dan PT ANTAM (Persero) Tbk Jalin Sinergi Strategis Perdagangan Logam Mulia
25 May 2026, 18:30
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?