“Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan layanan air dan mencapai cakupan 100% layanan air perpipaan di Jakarta pada tahun 2030,” katanya.
Dia mengungkapkan, beroperasinya SPAM Jatiluhur Tahap I bisa meningkatkan suplai air bersih di Jakarta. SPAM Jariluhur ini, jelasnya, akan menyediakan suplai air bersih sebanyak 4.000 liter per detik untuk DKI Jakarta, yang akan mendukung sekitar 300.000 sambungan rumah baru pada tahun 2028.
“SPAM Jatiluhur ini menjadi infrastruktur vital ini akan memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang semakin meningkat di Jakarta,” ucapnya.
Namun, lanjut Arief, SPAM Jatiluhur tahap akan menyalurkan air bersih sebanyak 520 liter per detik dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bekasi ke DKI Jakarta. Suplai tambahan ini akan melayani sekitar 27.000 sambungan rumah (SR) baru di wilayah timur dan utara Jakarta dan akan memberikan akses air bersih yang sangat dibutuhkan bagi komunitas komunitas yang sedang berkembang.
Selain SPAM Jatiluhur tahap I ini, Kementerian Pekerjaan Umum juga mengoperasikan infrastruktur strategis penyimpanan dan Distribusi Air Distribution Center (DC) Cilincing 2, yang berlokasi di Jakarta Utara. Kedua fasilitas yang merupakan bagian dari proyek SPAM Jatiluhur Tahap I itu dibangun untuk memastikan distribusi suplai air bersih yang efisien.
