Pasien mengaku jika bearing itu sudah terpasang pada kelaminnya selama 1,5 jam. Damkar dan pihak RS bekerjasama mematahkan bearing tanpa menimbulkan luka tambahan.
“Waktu datang ke rumah sakit, kondisi alat kelamin pasien sudah bengkak dan mengalami luka-luka, kemungkinan akibat upaya pasien untuk mengeluarkannya sendiri,” ucapnya.
Fajar menjelaskan sebab HW sendiri yang berniat memasang bearing tanpa tahu akibatnya. HW juga enggan memberikan keterangan terkait alasan pemasangan bearing pada alat kemaluannya.(Vinolla)
