Hasil kaji cepat sementara, banjir dipicu tersumbatnya selokan dan saluran irigasi oleh sampah dan material lainnya saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi genangan banjir di beberapa titik kini sudah mulai berangsur surut.
Selanjutnya, dampak banjir juga masih dirasakan sebanyak 477 KK warga dua desa di Kecamatan Galing, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, sejak Sabtu (18/1) hingga Senin hari ini. Banjir yang dipicu curah hujan tinggi itu juga menggenangi tujuh hektare lahan perkebunan.
“Sampai hari ini, ketinggian muka air banjir masih bertahan di 40 sentimeter,” terangnya.
“Banjir di wilayah Sambas sendiri sebenarnya sering terjadi apabila musim penghujan”.
Sebagai bentuk antisipasi dan percepatan penanganan banjir tersebut, lanjut Abdul Muhari, pemerintah Kabupaten Sambas telah beberapa kali menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana sejak akhir tahun lalu dan diperpanjang sampai tanggal 25 Januari 2025 nanti.
Kemudian banjir oleh luapan sungai terjadi di tiga desa di Kabupaten Kampar, Riau sejak Sabtu (18/1). Ketiga desa tersebut meliputi Desa Sungai Lipai, Kecamatan Gunung Sahilan, Desa Tanjung Balam dan Desa Lubuk Siam di Kecamatan Siak Hulu.

