Adapun target cita utama atau Astacita yang didukung dengan pengelolaan manajemen talenta ASN sendiri, dapat mewujudkan 8 cita utama atau Astacita, mulai dari memperkuat ideologi Pancasila dan HAM hingga kehidupan dengan menciptakan lingkungan yang harmonis.
Dia juga mengajak seluruh instansi pemerintah untuk menerapkan manajemen talenta sebagai bagian dari perlindungan karier ASN.
“Bagi bapak ibu yang instansinya berminat untuk menerapkan manajemen talenta, dapat menghubungi BKN untuk membangun sistem manajemen talenta yang juga sebagai perlindungan karier bagi ASN agar tidak mudah diintervensi oleh sistem politik,” ujarnya.
Selain itu, Zudan menjelaskan bahwa manajemen talenta tidak hanya berfokus pada kompetensi, tetapi juga pada pengembangan minat atau passion dan kapasitas individu. Dengan begitu, talenta-talenta terbaik bisa mendapatkan tempat terbaik yang sesuai dengan kapasitas, kompetensi, dan minat.
Ia pun menegaskan bahwa BKN sebagai instansi pembina manajemen ASN akan terus mendukung upaya transformasi kompetensi ini melalui kebijakan dan sistem yang adaptif. “Kami berkomitmen untuk menciptakan ASN yang tidak hanya unggul dalam kinerja, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Zudan. (*)
