Amorphophallus adalah nama genus untuk tumbuhan dari famili talas-talasan ini. Ada sekitar 200 spesies dari genus ini, dengan Indonesia memiliki setidaknya 25 spesies, 18 di antaranya endemik. Ada 8 spesies di wilayah Sumatra dengan persebaran yang terbatas, dan Bengkulu menjadi daerah yang paling identik dengan bunga bangkai. Sementara di Jawa ada 5 spesies endemik, di Kalimantan ada 3, dan 1 spesies endemik di Sulawesi. Bunga ini biasanya tumbuh di hutan hujan daratan rendah tropis, dan sedikit di subtropis.
Setidaknya ada dua bunga bangkai raksasa yang cukup dikenal dari genus ini, yaitu Amorphophallus titanum dan Amorphophallus gigas. Titanum memiliki ukuran bunga sangat besar dan tinggi, bisa mencapai tinggi 3 meter dengan diameter hampir 2 meter. Sementara gigas memiliki ciri tangkai yang panjang antara permukaan tanah dan bunga itu sendiri.
Menurut Sofian, koordinator Komunitas Peduli Puspa Langka (KPPL) Bengkulu, bunga ini memiliki dua fase hidup.
“Semua jenis bunga bangkai mengalami 2 fase kehidupan, pertama fase vegetatif muncul daun dan batang dulu. Ketika dalam fase vegetatif ini kandungannya sudah cukup, dia akan beralih ke fase generatif, munculnya tunas bunga,” ujar dia.

