“Indonesia menegaskan pentingnya hak atas pembangunan, memastikan negara mengelola sumber daya alamnya demi kesejahteraan rakyatnya,” kata Sugiono.
Dia menegaskan bahwa Dewan HAM PBB harus kembali pada mandat melindungi HAM dan bukan menjadi alat politik dalam hubungan antarnegara.
“Kerja sama HAM harus didasarkan pada komitmen tulus dan kemitraan setara. Tak ada satu negara pun yang memiliki otoritas moral untuk menghakimi negara lain,” kata dia.
Terkait isu Palestina, Sugiono menegaskan bahwa berdiri tegak untuk keadilan artinya menentang ketidakadilan global. “Kita tidak akan diam menghadapi pendudukan Israel di Palestina,” kata dia.
Untuk itu, kata Sugiono, Indonesia menyerukan semua pihak, khususnya mereka yang mengaku menjunjung tinggi HAM, untuk menghentikan perang genosida Israel di Palestina. “Hentikan penerapan double standard dalam penegakan HAM,” kata dia.
Sugiono juga menyatakan komitmen Indonesia untuk selalu mengedepankan prinsip keadilan, kesetaraan, dan solusi yang nyata.
Pada forum yang sama, Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Türk menekankan perlunya “politik kebijaksanaan” yang berakar pada fakta, hukum, dan empati.