Dia menyerukan tindakan nyata untuk mencegah konflik dan memperjuangkan keadilan, terutama di Ukraina, Palestina, Sudan, dan Myanmar.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut HAM sebagai “oksigen kemanusiaan” yang terancam oleh konflik, ketidakadilan ekonomi, dan penyalahgunaan teknologi.
Terkait Palestina, dia menyerukan gencatan senjata permanen, pembebasan sandera, dan solusi dua-negara untuk mewujudkan perdamaian yang adil.
Pertemuan HLS digelar pada pekan pertama dalam sesi pertama sidang tahunan Dewan HAM PBB. HLS kali ini dihadiri lebih dari 128 pejabat tinggi setingkat deputi perdana menteri, menlu, dan lainnya.
Saat ini, Indonesia menjadi anggota Dewan HAM PBB untuk keenam kalinya. Indonesia aktif mengangkat sejumlah isu penting di dewan tersebut, termasuk mengenai Palestina, Rohingya, intoleransi dan kebencian berbasis agama, hak atas pembangunan, dan pembangunan kapasitas di bidang HAM.(*)