Alat ini akan digunakan di fasilitas kesehatan yang telah dipilih dan ditunjuk oleh Kemenkes. Selain itu, kerja sama ini juga mencakup penerapan sistem manajemen dan pelaporan pasien terpusat.
Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan surveilans penyakit secara nasional, serta memfasilitasi teleradiologi untuk mempermudah akses data medis.
Pengembangan kapasitas juga menjadi bagian dari kerja sama ini melalui pelatihan dan dukungan teknis bagi profesional kesehatan dan teknologi informasi.
Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mengeksplorasi peluang pendanaan guna mendukung adopsi berkelanjutan dari teknologi skrining TB berbasis AI ini dalam program kesehatan nasional. Hal ini bertujuan untuk memperkuat sistem kesehatan yang ada, sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Kemenkes telah menyiapkan proyek percontohan atau /pilot project/ untuk implementasi perangkat lunak deteksi TB dari Qure.ai di dua rumah sakit, yaitu RS Fatmawati dan RSPON. Proyek ini akan menjadi langkah awal yang diharapkan dapat diperluas di seluruh Indonesia.