Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Pramono Diminta Pangkas Dana Hibah untuk Forkopimda di APBD
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Politik > Pramono Diminta Pangkas Dana Hibah untuk Forkopimda di APBD
Politik

Pramono Diminta Pangkas Dana Hibah untuk Forkopimda di APBD

Farih
Farih Published 13 Feb 2025, 10:21
Share
3 Min Read
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Lazarus Simon Ishak.
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Lazarus Simon Ishak. Foto: Ist
SHARE

IPOL.ID – Gubernur Jakarta terpilih, Pramono Anung diminta untuk memangkas dana hibah yang diperuntukan bagi Forkopimda di APBD DKI.

Permintaan pemangkasan anggaran hibah yang diberikan kepada sejumlah instansi dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) itu disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Lazarus Simon Ishak.

Anggota DPRD DKI dari dapil Jaksel itu menilai pemberian hibah tersebut tidak mengikuti prosedur yang jelas dan transparan.

“Setahu saya, setelah pembahasan anggaran selesai di puncak, baru ada usulan untuk hibah Forkopimda yang tiba-tiba muncul dan langsung disetujui. Ini menunjukkan ada prosedur yang dilalui,” kata Lazarus kepada wartawan, Kamis (13/2/2025).

Anggota Komisi C DPRD DKI itu mengungkapkan, anggaran hibah untuk Forkopimda tercatat lebih dari Rp600 miliar. Menurutnya, dana hibah itu perlu dipertimbangkan kembali.

Sebab, sambungnya lagi hibah tersebut seharusnya diajukan melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dan harus memiliki korelasi serta dampak langsung terhadap masyarakat Jakarta.

“Untuk institusi seperti Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Kejati, TNI AU, dan AL, yang tidak memiliki hubungan langsung dengan warga Jakarta, harus benar-benar dievaluasi. Meskipun mereka mendapatkan alokasi dari APBN, hibah dari APBD DKI Jakarta sebaiknya diberikan secukupnya, tidak sebesar itu,” jelasnya.

Selain itu, dia juga mengkritik proses pengesahan anggaran hibah Forkopimda yang terkesan terburu-buru. Meskipun tidak mengetahui alasan pengesahan tersebut.

“Sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, dia berhak mengkritisi setiap kebijakan yang diambil, terutama yang melibatkan anggaran sebesar itu. Semua pembahasan anggaran harus sesuai prosedur yang benar dan transparan,” ujarnya.

Dia pun mengusulkan, agar anggaran dana hibah dialihkan kembali ke kas daerah untuk meningkatkan program pelayanan di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Terlebih adanya instruksi efisiensi belanja dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, lanjut dia, efisiensi belanja ini jangan sampai berdampak pada program sosial dan kemasyarakatan.

“Anggaran untuk program di kecamatan dan kelurahan sangat penting, jangan sampai dipotong. Warga masyarakat membutuhkan alokasi anggaran untuk kegiatan sosial dan kemasyarakatan, terutama di tingkat RT/RW yang sering kali tidak terakomodasi dalam pembahasan anggaran,” ungkapnya.

Lazarus berharap, Pemprov Jakarta lebih memprioritaskan alokasi untuk kegiatan yang langsung berdampak pada masyarakat. “Saya akan terus mengkritisi kebijakan hibah bagi Forkopimda hingga Gubernur DKI Jakarta terpilih yang akan dilantik melakukan koreksi atas kebijakan tersebut,” tandasnya.(sofian)

GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: APBD Jakarta, Dana Hibah, forkopimda, jakarta, pramono anung
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Menaker RI Hubungan Bilateral Indonesia-Jepang Terus Diperkuat, Menaker: IM Japan Sepakati Peningkatan Kualitas Pemagangan
Next Article Maman Abdurrahman UMKM Diperlukan ‘Political Will’ Pemangku Kepentingan untuk Menjaga Daya Saing UMKM

TERPOPULER

TERPOPULER
Latihan bersama simulasi Joint Exercise Business Continuity Management System (BCMS) Tumpahan Minyak melibatkan 30 stakeholder, di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (12/5/2026). Foto: Joesvicar Iqbal/ipol.id
Ekonomi

KSOP Tanjung Priok Inisiasi BCMS, Integrasikan 30 Stakeholder Hadapi Krisis Pelabuhan

Politik
Pembahasan RKPD 2027 Molor, Diduga Pengaruh Isu Pergantian Ketua DPRD DKI
12 May 2026, 17:51
HeadlineJabodetabek
Nahas Mobil MBG Seruduk Lapak Pedagang di Bekasi, Korban Terpental di Depan Minimarket
12 May 2026, 19:58
HeadlineNews
Kepala BNPB Ingatkan Indonesia Punya Risiko Bencana Tinggi
12 May 2026, 18:55
Headline
MPR Nonaktifkan Juri dan MC Cerdas Cermat 4 Pilar
12 May 2026, 15:15
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?