Menanggapi fenomena ini, Kredivo, sebagai pelopor layanan Paylater di Indonesia, menekankan komitmennya untuk terus mengedukasi pengguna agar memanfaatkan Paylater dengan bijak. Termasuk melalui berbagai inisiatif strategis seperti #AutoMikir dan #AndaiAndaPandai.
Selain itu, Kredivo mengadopsi prinsip responsible lending, memanfaatkan artificial intelligence dalam manajemen risiko.
Dengan pendekatan ini, Kredivo menetapkan dan meninjau limit kredit secara berkala sesuai kemampuan bayar pengguna, memastikan layanan dapat digunakan secara bijak tanpa mengganggu cash flow mereka.
Sementara, SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari mengatakan, Kredivo percaya bahwa Paylater adalah instrumen keuangan yang dapat membantu pengguna memenuhi berbagai kebutuhan dan meningkatkan kualitas hidup, bukan sebagai sarana untuk gaya hidup boros dan berlebihan.
“Dari sisi kami, Kredivo terus berinovasi dan memperluas jangkauan layanan, dengan tetap konsisten memberikan edukasi kepada pengguna dan memperkuat manajemen risiko, untuk memastikan keyakinan kami tersebut dapat selalu terealisasi,” ujar Indina.