Danramil 1903/Darangdan, Lettu Kav Unang Sunaria, menjelaskan bahwa Babinsa Koramil 1903/Darangdan turut melakukan pendampingan kepada masyarakat, baik dalam aspek keamanan maupun ketertiban di wilayah.
“Agroforestry ini mencakup area seluas 200 hektare yang terbagi dalam empat tahap pengembangan, yaitu di Kampung Lebakwangi, Kampung Cilimus, Kampung Ciloa, dan Kampung Pasir Peuteuy. Untuk mengantisipasi musim kemarau, telah dibangun empat embung yang berfungsi sebagai cadangan air, mengingat kondisi tanah di kawasan ini mudah mengeras dan mengering saat kemarau,” ungkapnya.
Bayu, salah satu pengelola Agroforestry Gunung Hejo, menyampaikan bahwa program ini melibatkan 302 petani dari berbagai desa, yang masing-masing mengelola petak pertaniannya sendiri.
“Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui keterlibatan langsung dalam pertanian, tetapi juga mendukung program ketahanan pangan nasional,” tuturnya.
Sejumlah awak media yang hadir mengapresiasi langkah Dispenad dalam membuka akses informasi terkait peran TNI AD dalam bidang lingkungan dan sosial. Mereka menilai program ini sebagai wujud nyata sinergi antara militer dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat.

