Dalam unggahan kontennya, Willie Salim memasak rendang 200 kg, kemudian mengaku kaget karena rendangnya ludes disikat warga Palembang hanya dalam 1 menit saat ditinggal ke toilet.
Akibatnya, banyak netizen yang memberi citra buruk kepada warga Palembang, seolah-olah rakus dan tidak punya peradaban. Kesan negatif inilah yang akhirnya terhapus dengan acara berbagi rendang gratis kali ini.
“Kegiatan makan rendang gratis hari ini membuktikan bahwa apa yang ditampilkan konten kreator Willie Salim itu salah. Buktinya hari ini warga Palembang tertib dan teratur. Penuh kebersamaan. Gitu loh,” ungkap Charma.
Charma selaku inisiator berbagi rendang gratis pun memuji masyarakat Kota Palembang yang punya budaya dan etika peradaban yang tinggi.
“Warga Palembang ini punya etika peradaban yang luhur dan telah mewarnai peradaban bangsa Indonesia. Apa yang terjadi hari ini (makan rendang bersama) telah menghapus kesan negatif yang dimunculkan konten kreator Willie Salim sebelumnya,” tegas Charma.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Palembang Sulaiman Amin mengatakan bahwa warga Kota Palembang telah membuktikan bahwa kesan negatif yang muncul dari konten kreator Willie Salim sebelumnya itu tidak benar.