Apa karena ini bulan Ramadan?
Bukan sejak Ramadan saja, melainkan sejak Januari 2025. Sebelum Ramadan pun sudah tidak ada kegiatan.
Apa yang Anda usulkan agar industri pariwisata, hotel dan restoran bisa bangkit?
Kami usulkan kepada Pemerintah kalau memang potong 50 persen, ya sudah potong saja. Tapi, kegiatannya jalan dari sisa yang 50 persen itu. Kalau sekarang tidak jalan, tidak ada kegiatan di hotel.
Menurut Anda itu solusinya?
Pemerintah kan punya pengeluaran anggaran. Pemerintah kan punya belanja. Nah, belanjanya yang harusnya segera dijalankan. Karena, itu sangat signifikan bagi industri akomodasi. Kalau tidak jalan, tidak hanya sektor yang terkait dengan pariwisata, namun semua sektor akan terdampak operasionalnya.
Ketua Komisi VII DPR Saleh Partaonan Daulay menilai, sepinya pengunjung karena ini Ramadan.
Harapan kami, mudah-mudahan setelah Lebaran ini, April mulai beraktivitas pemerintahnya. Karena kalau sudah mulai beraktivitas, dampaknya akan besar.
Anda melihat ada upaya Kementerian/Lembaga atau Pemerintah Daerah yang menahan pengeluarannya?