Ia menambahkan bahwa perbandingan tersebut tidak dapat dilakukan secara langsung mengingat adanya dua momen besar dalam tahun lalu, yaitu Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).
Airlangga juga menegaskan bahwa perputaran uang selama masa Lebaran tidak akan menurun berkat sejumlah intervensi yang dilakukan pemerintah, termasuk program penyaluran bantuan sosial (bansos).
“Tidak menurun karena banyak program dan juga bansosnya kan sudah jalan juga. Ya nanti kita lihat (prediksi Kadin),” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan penurunan perputaran uang selama Lebaran 2025 disebabkan oleh turunnya jumlah pemudik.
“Jika tahun lalu asumsi perputaran uang selama Idulfitri 2024 mencapai Rp 157,3 triliun, maka asumsi perputaran uang libur Idulfitri 2025 diprediksi mencapai Rp 137,975 triliun, turun 12,3 persen,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Untuk diketahui pada 2022, perputaran uang selama periode Ramadan dan Lebaran mencapai Rp150 triliun. Kemudian pada 2023 tercatat sebesar Rp240 triliun. (tim)