Tim medis darurat tersebut adalah tim internasional pertama yang tiba di Myanmar, dalam waktu 18 jam setelah gempa dahsyat. Tim tersebut langsung bergerak menuju Naypyitaw, wilayah yang paling terdampak gempa dangkal 7,7 SR.
“Ini menunjukkan persahabatan tradisional China dan Myanmar dan semangat komunitas dalam suka dan duka,” tulis Kedubes China di Myanmar.
Rusia, AS, dan Indonesia juga telah memastikan partisipasi untuk mendukung pemulihan gempa dahsyat Myanmar, yang merusak ratusan bangunan di negara tetangga Thailand.
Pemodelan prediktif Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperkirakan jumlah korban tewas di Myanmar dapat melebihi 10 ribu orang di Myanmar. Kerugian akibat gempa dahsyat 7,7 SR dapat lebih besar dibanding nilai produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.
Susan Hough, seorang ilmuwan dalam Program Bahaya Gempa Bumi USGS, mengatakan kepada Reuters, memprediksi jumlah korban tewas akibat gempa bumi bukanlah perkara gampang, mengingat berbagai alasan termasuk waktu.
Ketika gempa bumi terjadi pada siang hari, seperti di Myanmar, orang-orang lebih terjaga. Mereka memiliki akal sehat, lebih mampu merespons,” katanya.