Depok Lama masih menyimpan elemen-elemen lanskap bersejarah yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan kota modern. Menurut perwakilan dari IPB University, Vera D. Damayanti, pendekatan restorasi dan pelestarian harus mempertimbangkan keaslian arsitektur lokal dan tatanan lanskap sejarah, sehingga keunikan karakternya terjaga, sekaligus memberikan ruang bagi inovasi yang relevan dengan kebutuhan kota masa kini.
Hasil lokakarya di Depok Lama memberikan beberapa usulan yang inspiratif tentang berbagai bentuk pengembangan yang mungkin dapat dikerjakan dalam kawasan. Perwakilan RCE, Peter Timmer dan Jacqueline Rosbergen, mengatakan, “Hasil ini mungkin tidak memberikan solusi final, tetapi menunjukkan langkah awal dalam menciptakan pendekatan terpadu yang dipandu oleh warisan budaya, berbasis masyarakat, dan terintegrasi dengan masa depan Depok Lama.”
Hingga saat ini, Depok Lama masih dikenal melalui elemen arsitektur dan fitur perkotaan. Namun, Punto Wijoyanto dari Universitas Trisakti melihat elemen tersebut perlahan menghilang karena mengalami kerusakan dan kekurangan koherensi yang parah sehingga tidak dapat dirasakan sebagai suatu kota yang koheren.