Farid Wajdi, Pimpinan Pondok Pesantren Munzirul Qoum mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh LKP Satu Visi Management. Menurutnya, kegiatan berbagi tersebut merupakan sebuah bentuk rasa kepedulian sosial yang tinggi. “Insya Allah menjadi pintu keberkahan, semoga LKP Satu Visi Management bisa lebih maju dan berkembang bersama ummat,” ujar dia.
Senada, Wakil Rektor 1 UNiversitas Darunnajah, Hendro Risbiantoro juga melihat LPK Satu Visi Management sebagai sebuah lembaga pendidikan yang memiliki visi keummatan. “Kami tentu mengapresiasi, lembaga ini ini kami lihat tidak hanya melakukan bisnis semata, tapi juga ada orientasi perjuangan untuk ummat dan perjuangan Islam. Kita doakan semakin bekah bisnisnya dan bermanfaat,” kata Hendro.
Inspirasi Perjalanan Hidup
Dalam suasana yang penuh haru, Maman Suryaman ,Founder LKP Satu Visi Manajemen turut menceritakan kisah hidupnya yang dahulu juga pernah berada dalam posisi serupa, yaitu sebagai yatim dan dhuafa. Beliau mengenang masa-masa sulit saat keluarganya selalu menjadi prioritas penerima bantuan dalam kegiatan santunan. “Saya sempat mengalami putus kuliah karena terkendala biaya, sementara adik-adik saya juga pernah putus sekolah sebelum akhirnya mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui pesantren yatim yang memberikan pendidikan secara gratis,”ungkapnya.