Dirjen IKMA juga turut mengapresiasi atas dukungan HIPPI Denpasar yang telah menjalin kerja sama dengan penyelenggara Pameran Home in Style Hongkong 2025, yaitu HKTDC.
“Partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen kita semua selaku stakeholder pengembangan industri kriya dalam memberikan fasilitasi promosi dan perluasan akses pasar bagi pelaku IKM, sekaligus memperkuat positioning produk kriya Indonesia sebagai produk unggulan berkelas internasional,” paparnya.
Kepala BPIFK Dickie Sulistya menjelaskan bahwa 12 IKM binaan yang terpilih akan memamerkan beragam produk kriya unggulan, mulai dari furnitur, dekorasi rumah, hingga kerajinan tangan dengan sentuhan kearifan lokal Indonesia. “Para IKM binaan terpilih merupakan IKM yang dinilai sudah mampu untuk berpartisipasi pada pameran berskala internasional. Adapun 12 IKM tersebut berasal dari 6 provinsi yaitu DIY, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali dan Sulawesi Selatan,” terangnya.
Tidak hanya berkesempatan untuk menampilkan produk, para pelaku IKM juga akan mengikuti sesi business matching yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong, guna menjalin kemitraan dengan calon buyer dan distributor potensial dari berbagai negara. “Ke-12 pelaku IKM tersebut adalah jenama dari Robries, Rubycraft, Astraea Leather Craft, Conture Concrete Lab, Decak Handmade, Rappo, Theacastor, Jozz Craft, Hawa Leather, Rubysh, Eboni Watch dan Rakau.ina,” imbuhnya.