IPOL.ID – Aset kripto menjadi primadona investor saat Presiden AS dijabat kembali oleh Donald Trump. Terlebih Elon Musk menjadi salah satu anggota kabinetnya.
Beberapa bulan yang lalu menjadi hari yang suram bagi pasar kripto karena mengalami pencurian terbesar dalam sejarahnya.
Para penyerang membawa kabur sekitar USD1,5 miliar dari Bybit, bursa kripto terbesar kedua di dunia, yang oleh para ahli disebut sebagai pencurian terbesar – dari apa pun – sepanjang masa. Insiden tersebut menggarisbawahi kelemahan mendasar dalam ekosistem kripto modern, dan menyajikan beberapa pelajaran berharga bagi pengguna reguler.
FBI secara resmi telah menetapkan kelompok Korea Utara dengan nama sandi TraderTraitor sebagai pelaku. Dalam lingkaran keamanan informasi, kelompok ini juga dikenal sebagai Lazarus, APT38, atau BlueNoroff. Gaya khasnya adalah serangan yang terus-menerus, canggih, dan berkelanjutan di bidang aset kripto: meretas pengembang dompet, merampok bursa kripto, mencuri dari pengguna reguler, dan bahkan membuat permainan palsu.