Hingga saat ini jumlah korban jiwa dan kerusakan masih terus mengalami perkembangan. Berdasarkan catatan yang telah dihimpun, terdapat 2.886 korban jiwa dan 4.346 luka-luka, dan 300 orang dinyatakan hilang, kini masih dalam pencarian.
Sugiono menegaskan, belum ada laporan adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.
“Berdasarkan laporan dan pantauan dari KBRI di Myanmar belum ada laporan adanya WNI menjadi korban, kami berharap seluruh WNI di sana dalam kondisi baik,” harap Sugiono.
Pengiriman bantuan kemanusiaan itu merupakan pengiriman tahap ketiga dari Pemerintah Indonesia. Sebelumnya telah dikirimkan bantuan personel dari INASAR untuk membantu melaksanakan penanganan darurat, pada Selasa (1/4/2025).
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, pengiriman bantuan tahap ketiga ini menggunakan dua pesawat, yaitu pesawat Cargo dan Garuda Indonesia. Rincian bantuan senilai Rp20 miliar ini di antaranya, meliputi makanan siap saji, alat kesehatan, hygiene kit, obat-obatan, selimut, velbed, kasur lipat, tenda pengungsi, toilet portable, hingga peralatan dapur umum.