IPOL.ID – Korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,7 skala richter di Myanmar terus bertambah. Kini korban tewas yang ditemukan mencapai 2.700 orang lebih.
Hal ini diungkapkan pemimpin militer Myanmar Min Aung Hlaing dalam pidato yang disiarkan televisi setempat. Selain korban tewas, dia mengatakan 4.521 orang terluka, dan 441 orang masih hilang.
Diketahui, gempa berkekuatan 7,7 skala richter yang terjadi pada Jumat (28/3/2025) siang itu merupakan gempa terkuat di Myanmar dalam lebih dari satu abad terakhir. Gempa bahkan meruntuhkan pagoda kuno dan bangunan modern.
Tak hanya itu, para korban gempa dahsyat yang menewaskan lebih dari 2.700 orang itu juga memerlukan kebutuhan mendesak. Kebutuhan itu mulai dari tempat berlindung, makanan, dan air.
Kondisi korban gempa ini juga diperburuk dengan perang saudara yang menyebabkan bantuan untuk para korban sulit dijangkau.
“Di wilayah yang paling parah, masyarakat berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti akses ke air bersih dan sanitasi, sementara tim darurat bekerja tanpa lelah untuk menemukan korban selamat dan memberikan bantuan yang menyelamatkan nyawa,” terang Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.