IPOL.ID – Di tengah adopsi pembayaran digital yang terus meningkat, keamanan transaksi menjadi perhatian utama BRI. Maraknya kasus QRIS palsu, terutama pada QRIS statis (QR Code yang bersifat tetap di merchant), menjadi tantangan tersendiri.
“Untuk menghindari transaksi QRIS palsu yang semakin marak, merchant harus secara rutin melakukan pemantauan terhadap transaksi yang masuk, memastikan semuanya tercatat dengan benar, dan dana telah diterima di rekening yang terafiliasi dengan QRIS statis mereka,” ucap Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi dikutip, Rabu (2/4/2025).
“Selain itu, setiap transaksi QRIS Transfer di BRImo dilengkapi dengan verifikasi PIN, pemantauan transaksi secara real-time, serta notifikasi otomatis untuk memastikan transaksi tetap aman tanpa mengurangi kenyamanan nasabah,” tambah Hendy.
Sebagaimana diketahui, BRI sendiri menghadirkan tiga jenis layanan QRIS di super apps BRImo. Pertama, QRIS Transfer yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan dana tidak hanya antarbank, tetapi juga ke non-bank, seperti aplikasi fintech, hanya dengan memindai QR Code tanpa perlu mengetik nomor rekening secara manual.