Beberapa perusahaan besar seperti Lockheed Martin, Boeing, RTX (dulu Raytheon), dan Northrop Grumman disebut-sebut terlibat dalam kesepakatan ini, meskipun Gedung Putih tidak memberikan rincian spesifik soal jenis peralatan militer maupun produsen yang terlibat.
Lockheed Martin dikabarkan akan memasok pesawat angkut C-130, rudal, dan radar. Namun belum jelas berapa dari kesepakatan ini yang benar-benar baru, karena sebagian telah dalam tahap pembicaraan selama beberapa waktu.
Arab Saudi dikenal sebagai pelanggan terbesar industri senjata AS. Pada tahun 2017, Trump juga mengusulkan paket penjualan senjata senilai 110 miliar dolar kepada kerajaan tersebut.
Namun hingga tahun 2018, hanya $14,5 miliar yang benar-benar terealisasi, sebelum Kongres mulai mempertanyakan kesepakatan itu menyusul kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.
Pemerintahan mantan Presiden Joe Biden sebelumnya juga gagal dalam upaya untuk menyelesaikan pakta pertahanan dengan Riyadh sebagai bagian dari kesepakatan luas yang membayangkan normalisasi hubungan Arab Saudi dengan Israel.

