Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dapat mempercepat pembangunan sarana tersebut untuk melindungi permukiman warga.
“Kita butuh langkah konkret untuk memperkuat perlindungan terhadap permukiman warga yang berada di daerah rawan. Pencegahan lebih baik daripada penanganan setelah bencana terjadi,” jelasnya.
Saat ini, Pemerintah Kecamatan Loa Janan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar dan instansi teknis lain guna menyiapkan rencana tanggap darurat jika terjadi bencana.
Hery pun menegaskan pentingnya kesadaran kolektif warga dalam mengurangi risiko. Ia meminta masyarakat untuk tetap tenang namun sigap, serta mematuhi arahan dan peringatan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Kesadaran masyarakat sangat penting dalam menghadapi bencana. Jika warga memahami risiko dan langkah pencegahannya, dampak yang ditimbulkan bisa diminimalkan,” pungkasnya. (adv)
