“Gotong royong kembali kami hidupkan bersama TNI, perangkat desa, dan para petani. Ini bukti bahwa kemandirian bisa dimulai dari jalan kecil yang dibuka dengan niat besar,” tambahnya.
Saat ini, sedikitnya 600 hektare lahan pertanian di Sebulu tengah dikembangkan dengan komoditas padi, jagung, dan hortikultura.
Dengan akses jalan yang baik, kawasan ini diharapkan menjadi salah satu sentra produksi baru di Kukar yang memperkuat ketahanan pangan lokal.
Pembangunan jalan ini menjadi simbol hadirnya negara dalam mendukung petani, bukan hanya sebagai proyek fisik, tetapi juga sebagai langkah nyata meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. (Adv)
