“Untuk tahap awal untuk dipercepat mungkin bisa diambil dari rekrutmen lokal tetapi untuk yang berikutnya mungkin bisa dibuka jalur khusus. Untuk rekrutmen tetap dari tenaga lokal tetapi dengan penambahan kuota untuk guru, jadi eksisting yang ada jangan diganggu, tetapi kemudian ditambahkan dengan guru-guru yang memang berkualitas,” tegasnya.
Masalah kurikulum dan relevansi pendidikan juga menjadi perhatian. Mercy mendorong agar Sekolah Rakyat memiliki kurikulum yang tidak hanya mengacu pada kurikulum nasional, tetapi juga memberikan ruang bagi penguatan kearifan lokal. Ia mencontohkan wilayah Maluku yang berbasis kelautan, di mana seharusnya anak-anak diberikan pembelajaran khusus tentang sumber daya kelautan dan pemanfaatannya.
“Yang kami maksudkan bahwa hasil dari sekolah rakyat dan sekolah umum yang lainnya memberikan kontribusi balik, multiplayer efek balik juga ke daerah itu. Dan pada akhirnya berkaitan dengan serapan tenaga kerja nanti, ke Universitas, serapan tenaga kerja dan seterusnya betul-betul bisa menjawab pergumulan yang ada di daerah,” jelasnya.
