Menurut laporan Radio Tentara Israel, sejak pagi hari Senin, Israel menghentikan operasi militer, termasuk serangan udara dan penerbangan drone, guna memberikan ruang bagi proses pembebasan Alexander.
Seorang pejabat keamanan mengatakan kepada kantor berita Xinhua bahwa Alexander diperkirakan akan diserahkan Hamas kepada Palang Merah di Gaza, sebelum dipindahkan ke pangkalan militer Re’im milik Israel yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza, untuk dipertemukan kembali dengan keluarganya.
Alexander merupakan sandera terakhir berkewarganegaraan AS yang masih hidup dari total 59 orang yang diyakini masih ditahan di Gaza. Pemerintah Israel meyakini setidaknya 21 dari mereka masih dalam kondisi hidup.
Sementara itu, utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, tiba di Israel pada Senin untuk mengadakan pembicaraan dengan Netanyahu dan sejumlah pejabat tinggi Israel lainnya, menurut konfirmasi seorang pejabat senior kepada Xinhua.
Data terbaru dari otoritas kesehatan di Gaza mencatat bahwa serangan militer Israel sejak Oktober 2023 telah menewaskan sedikitnya 52.862 orang di wilayah tersebut. (far)
