“Gedung Juang bukan sekadar bangunan tua, tetapi memiliki nilai historis tinggi. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin mengenal sejarah perjuangan di Kalimantan Timur,” kata Dachri.
Ia juga mengusulkan agar perbaikan mencakup fasilitas pendukung seperti pusat informasi sejarah dan jalur wisata yang lebih terintegrasi.
“Kami ingin Sangasanga tidak hanya dikenal sebagai Kota Juang secara historis, tetapi juga sebagai kota wisata sejarah yang mampu menarik lebih banyak pengunjung,” pungkasnya.(*)
