Kepala BNPB juga menekankan makna mendalam dari Idul Adha yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai spiritual relevan dengan tugas BNPB. Para pegawai dituntut untuk ikhlas berkorban waktu, tenaga, bahkan rasa aman demi membantu sesama.
“Setiap kebaikan yang dilakukan dengan tulus akan bernilai besar,” katanya.
Bersamaan dengan perayaan Idul Adha, dilaksanakan pula peletakan batu pertama sebagai bentuk simbolis dimulainya pembangunan Masjid BNPB yang akan berdiri di halaman Gedung Graha BNPB. Inisiatif ini menandai komitmen BNPB dalam memperkuat nilai-nilai spiritual dan sosial, sejalan tugas kemanusiaan dalam penanggulangan bencana.
Pada kesempatan ini Suharyanto mengatakan bahwa pembangunan masjid baru ini merupakan upaya untuk mewujudkan keseimbangan antara Hablum minallaah (hubungan dengan Tuhan), Hablum minannaas (hubungan antar sesama manusia), dan Hablum minal ‘alam (hubungan manusia dengan alam) dalam konteks penanggulangan bencana.
“Semoga masjid yang dibangun di halaman kantor BNPB ini, kami dapat beribadah lebih baik, dan menjalankan kegiatan sosial keagamaan lain dengan rasa aman, nyaman dan khidmat,” harap Suharyanto.
